Membangun Keluarga yang Harmonis,
Mencegah Perceraian Sebelum Terlambat
Membangun Keluarga yang Harmonis,
Mencegah Perceraian Sebelum Terlambat
" TIDAK ADA RUMAH TANGGA TANPA BADAI "
Profil
Layanan
Psikolog/Tenaga Ahli
Biaya
Halaman lokasi berfungsi sebagai titik masuk penting bagi calon klien yang mencari psikolog di Temanggung atau Yogyakarta. Dengan struktur yang jelas, pengguna dapat lebih cepat memilih cabang, memahami area layanan, lalu melanjutkan ke halaman detail atau langsung menghubungi admin.
Lokasi
Siapakah orang yang tidak ingin menikah? Mungkin dia telah keluar dari kodratnya sebagai makhluk hidup. Hidup berdampingan dengan pasangan merupakan sebuah “human nature”, sifat dasar manusia. Jangankan manusia, hewan dan tumbuhan pun memerlukan lawan jenis untuk tetap hidup.
“Selamat menempuh hidup baru, semoga berhasil menjalani bahtera rumah tangga!”. Kata-kata itu yang mungkin sering diucapkan kepada orang yang baru saja menikah. Mengapa menikah diibaratkan seperti menaiki sebuah bahtera? Ternyata ada filosofinya.
Orang yang menikah ibarat berlayar dengan perahu. Dia akan mengarungi luasnya samudra, berdua dengan pasangan. Diterjang ombak dan badai yang akan membuat bahteranya terguncang, ada kalanya juga lautan itu akan tenang.
Seketika setelah terjadi akad, saat itulah mereka baru saja melepaskan tali yang mengikat ke dermaga. Hanya beberapa meter dari pantai. Lalu kita biasa melihat dari pinggir pantai banyak ombak yang bergulung-gulung. Ada yang mampu terus berlayar, ada juga yang kandas terhempas. Masa awal menikah adalah masa pengenalan dengan pasangan. Banyak yang tidak sabar, merasa tidak cocok, kemudian bercerai. Selesai…
Padahal, terjangan ombak yang tak jauh dari pantai itu hanya shock terapi saja. Setelahnya lautan akan tenang. Berbahagialah orang yang dengan selamat melalui fase awal ini. Karena berikutnya menjadi nyaman hidup dengan pasangan. Saling akrab, mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing tanpa harus menghakimi satu sama lain.
Seseorang pernah berkata, tak selamanya rumah tangga itu enak. Namanya rumah tangga karena kita akan menaiki tangga, naik level. Bertambah derajatnya dalam pandangan Tuhan. Sayangnya kita harus melewati beberapa ujian. Kalau mau enak saja tanpa ada ujian jangan memasuki kehidupan rumah tangga, tapi masuklah ke dalam rumah makan.
Semakin jauh berlayar, lautan menjadi lebih dalam. Kadang kala tenang, disertai dengan cuaca yang sangat cerah. Hidup enak penuh berkah, menjadi dambaan setiap manusia. Seolah-olah telah memiliki segalanya di dunia dengan keluarga yang sempurna. Namun bersiaplah jika sewaktu-waktu terjadi badai. Mungkin juga dihadang oleh pusaran air yang amat dahysat. Orang yang bertahun-tahun menikah, tak ada jaminan untuk tidak berpisah. Waspadalah terhadap masa lalu yang belum selesai, atau hawa nafsu yang belum sampai. Bisa jadi sebab reuni, atau keinginan yang kurang tepat untuk poligami. Hancur seketika bahtera yang telah lama dijalani.
Hati-hatilah, kadang ujian itu datang disaat iman kita lemah. Pilihan kita adalah berjuang atau menyerah. Tak ada paksaan untuk memilih, karena Tuhan tak pilih kasih. Dia Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita.